Pages

Tampilkan postingan dengan label AKUNTANSI BIAYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AKUNTANSI BIAYA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Oktober 2012

HARGA PEROLEHAN BAHAN BAKU


HARGA PEROLEHAN BAHAN BAKU
Harga Perolehan Bahan Baku adalah segala pengeluaran yang dikeluarkan atau dikorbankan untuk mendapatkan bahan baku tersebut. Harga perolehan bahan baku didapat melalui penjumlahan dari biaya-biaya tersebut. Biaya-biaya tersebut antara lain :
      Harga Faktur
Harga Faktur adalah harga pembelian bahan baku tersebut sebelum dijumlahkan dengan biaya-biaya lainnya. Artinya harga asli dari bahan baku yang bersangkutan atau pembelian kotor
-          Biaya Angkut Pembelian
Biaya Angkut Pembelian adalah biaya transport yang dukeluarkan dalam pengiriman bahan baku.
-          Biaya-baiya lainnya
Biaya biaya lainnya yang dikeluarkan pada saat membeli bahan baku, misalnya : Pajak Pertambahan Nilai (PPN), biaya telepon jika pemesenan melalui telepon, dll

METODE BIAYA PRODUKSI


Metode Pengumpulan Biaya Produksi
Metode Harga Pokok Pesanan
            Metode Harga Pokok Pesanan adalah metode dengan cara pengumpulan biaya produksi dikumpulkan tiap jenis atau tiap unit produk secara tersendiri, terpisah dangan biaya produksi untuk pembuatan jenis produk lainnya. Metode ini biasanya digunakan oleh perusahaan yang membuat lebih dari satu jenis barang.

Metode Harga Pokok Proses
            Metode Harga Pokok Proses adalah metode dengan cara pengumpulan biay produksi dimana biaya-biaya produksi dikumpulkan dalam satu periode tertentu kemudian dibagikan sama rata kepada produk yang dihasilkan pada periode yang bersangkutan. Metode ini biasanya digunakan pada perusahaan yang menghasilkan satu jenis barang.

PENGGOLONGAN BIAYA


Penggolongan Biaya berdasarkan jangka waktu manfaatnya
  1. Pengeluaran Modal adalah pengeluaran yang manfaatnya dapat dinikmati lebih dari satu periode. Contoh : pembelian tanah, peralatan, kendaraan , gedung.
  2. Pengeluaran Pendatan adalah pengeluaran yang manfaatnya hanya dinikmati dalam periode akuntansi saat terjadi pengeluaran. Contoh : pembayaran gaji, rekening listrik dan  telepon, dsb.

penggolongan biaya


Penggolongan biaya berdasarkan volume kegiatan
  1. Biaya Tetap atau Konstan adalah biaya yang jumlahnya selalu tetap dan tidak terpengaruh oleh perubahan volume kegiatan. Contoh : Biaya sewa, asuransi, amortisasi petent, biaya peny. aktiva tetap, pajak bumi dan bangunan.
  2. Biaya Variabel adalah biaya yang berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Contoh : biaya bahan bakar, tenaga listrik, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan uang lembur.
  3. Biaya Semi Variabel adalah biaya yang memiliki unsur tetap dan varibel (Biaya Campuran). Contoh : Biaya pengawasan, pemeriksaan, penerangan, perbaikan mesin, pemanasan, jasa bagian pengajian dan kalkulasi.

PENGGOLONGAN BIAYA


Penggolongan biaya-biaya berdasarkan sesuatu yang dibiayai
  1. Biaya Produksi Langsung adalah biaya yang dapat secara langsung dibebankan pada produk.
  1. Biaya Bahan Langsung yaitu semua bahan yang membentuk kesatuan yang tidak terpisahkan oleh produk. Contoh : kayu untuk pembuatan meja
  2. Biaya Tenaga Kerja Langsung yaitu upah karyawan yang berhubungan langsung dengan proses produksi. Contoh : Upah tukang dalam pembuatan meja
  1. Biaya Produksi Tidak Langsung (Biaya  Overhead Pabrik) adalah biaya yang diperlukan dalam proses produksi selain biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Tidak semua Biaya Overhead Pabrik dapat dibebankan kepada produk.
  1. Bahan Penolong yaitu bahan yang digunakan dalam proses produksi yang jumlahnya relatif kecil. Contoh : lem, paku, tinta, dll
  2. Tenaga Kerja Tidak Langsung yaitu gaji dan upah karyawan yang tidak berhubungan langsung dlaam proses produksi. Contoh : gaji mandor produksi, pengawas produksi, manejer produksi dan penjaga produksi
  3. Biaya Produksi Tidak Langsung Lainnya, contoh : Biaya prnyusutan mesin dan pabrik, Biaya penerangan pabrik, biaya reparasi dan pemeliharaan mesin dll